Kami tidak hanya melayani rental mobil harian, tetapi juga mingguan dan bulanan. Kendaraan yang kami sediakan adalah keluaran terbaru dengan berbagai merek dan type, seperti Innova, Toyota Avanza, Kijang LGX, Mitsubishi Kuda dan sebagainya. Bila anda datang dari luar Sumbar dan butuh dijemput ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kami juga dengan senang hati menjemput dan mengantar kembali ke bandara, jam berapapun anda inginkan. Itu semua adalah bentuk pelayanan dari kami.
Hayo, tunggu apalagi. Hubungi kami segera ke (0751) 7859550, Faks. (0751) 36881.
Anda juga bisa kontak langsung ke 08126618033 atau 085669147273. Atau anda ingin komunikasi melalaui email? Kirim pesan anda ke email kami; dhilla_rental@yahoo.co.id Apapun keinginan anda, akan kami layani demi kepuasan anda.
Kami akan datang dengan senyum menjemput dan mengantar kemanapun tujuan anda. Keselamatan anda selalu kami utamakan.
Manager
ADE
-
Asli Chaidir, Politikus Berjiwa Sosial

Mottonya jelas dan tegas. "Menghidupkan dan membesarkan partai, bukan mencari
kehidupan di partai" Komitmen seperti ini memang patut dan harus dimiliki oleh seluruh kader dari semua lapisan, jika ingin membesarkan partai. Komitmennya mirip dengan yang biasa didengungkan oleh kalangan Muhammadiyah.
Dan keberadaan H.M.Asli Chaidir (ada juga yang menulis H.M.Asli Khaidir) memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) memang sangat menguntungkan sekali bagi partai berlambang matahari terbit itu. Pasalnya, osok Haji Mohammad Asli Chaidir tergolong “manusia yang langka”. Setiap aktivitas yang dilakukannya selalu mengatasnamakan Partai Amanat Nasional (PAN), meski itu mengorbankan dirinya sendiri. Ini sangat jarang terjadi. Kemudian, komitmen dan keinginannya untuk membesarkan PAN di Ranah Minang ini sangat tinggi.
Menghidupkan dan membesarkan partai, bukan mencari kehidupan di partai merupakan suatu komitmen dari sosok pengusaha sukses yang telah berhasil mengantarkan tokoh reformis Indonesia Amien Rais menjadi pemenang pemilihan presiden (Pilpres) putaran
pertama di Sumbar ini.
Terobosan-terobosan yang dilakukan Asli Chaidir sejak menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPS) PAN Kota Padang dan anggota Fraksi PAN DPRD Sumbar yang menyentuh pada kepentingan masyarakat sangat banyak sekali. Mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan maupun kegiatan organisasi lainnya, selalu membawa bendera PAN.
”Saya melihat sosok Asli Chaidir, adalah sosok yang ingin membesarkan dan mengabdi untuk partai. Bukan mencari kehidupan di partai. Apalagi, secara ekonomis, Asli sudah mapan bahkan sangat mapan. Jadi, saya melihat majunya Asli ke gelanggang politik, khususnya sebagai Ketua DPW PAN Sumbar adalah untuk membesarkan partai
dan mengabdikan dirinya,” tegas Guspardi yang juga pemilik Citra Swalayan yang juga satu komisi dengan Asli Chaidir ini di Komisi IV/Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sumbar ini mengungkapkan.
Begitu juga soal kedekatan Asli dengan tokoh reformis Indonesia yang juga pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Amien Rais dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN saat ini Soetrisno Bachir adalah suatu nilai plus bagi dirinya. Karena, apapun
kegiatan yang akan dilakukan nantinya akan berjalan dengan mulus.
Demikian pula halnya dengan Soetrisno Bachir. Begitu terjadi musibah tanah longsor di Gauang Kecamatan Lubuk Begalung beberapa waktu silam. Berkat lobi-lobi yang dilakukan Asli Chaidir, Soetrisno Bachir dan beberapa perangkatnya hadir di Sumbar untuk memberikan bantuan langsung pada korban bencana alam.
Hal yang sama juga dilakukan Asli. Begitu terdengar ada musibah bencana alam yang menimpa masyarakat Kota Padang dan bencana Galodo yang menimpa Kabupaten Tanah Datar bulan Maret 2009 lalu, alat beratnya datang untuk memberikan bantuan dengan tetap membawa bendera PAN dan tanpa memperhitungkan soal biayanya.
Asli Chaidir selain mempunyai komitmen untuk membesarkan PAN di Sumbar,
juga seorang pekerja keras. Terutama dalam membesarkan PAN. Sehingga tidak mengherankan, sosok Asli Chaidir merupakan tokoh politik lokal yang namanya sudah menasional dan sekaligus telah meraih berbagai prestasi. Terutama dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun lalu.
Melihat kondisi PAN saat ini, dan dikembalikan pada cita-cita pendiriannya oleh Amien Rais, maka dibutuhkan orang yang betul-betul serius memimpin partai. Bukan orang yang setengah hati. Apalagi, telah mempunyai pekerjaan lain.
Sosok Asli Chaidir telah banyak berbuat untuk kemajuan PAN di Sumbar. Pengorbanannya bagi PAN sudah luar biasa. Asli diyakini mampu membawa perubahan dan kemajuan PAN di Sumbar seraya menambahkan siapa pun yang terpilih nantinya hendaknya merangkul seluruh kader-kader yang potensial.
Banyak kalangan menilai, Asli Chaidir merupakan sosok tidak terlalu ngotot menuntut ke partai. Tapi, memberikan kontribusi untuk partai. Performance, wawasan, komunikasi dengan pusat, mampu bersinergi dengan seluruh anggota adalah suatu modal utama yang dimiliki Asli untuk membangun PAN yang saat ini telah mulai stagnasi.
Asli sendiri mengakui, selaku wakil rakyat yang duduk di parlemen, tentu harus mendengarkan, menyaring, menghayati aspirasi yang disampaikan masyarakat serta mengaplikasikannya sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang diwakili. Begitu pula halnya dengan anggota partai yang duduk di eksekutif hendaknya setiap kebijakan selalu berpihak pada rakyat.
”Untuk membesarkan dan memasyarakatkan partai, perlu dilakukan secara berkala kunjungan ke setiap jorong, nagari, kecamatan dan kabupaten/kota, guna membangun kepedulian dan simpati dan berkomunikasi dengan masyarakat. Bukan itu saja, tapi juga melakukan perlengkapan infrastruktur partai, mulai dari tingkat provinsi sampai pada tingkat jorong. Hingga saat ini, dirasakan masih kurang dan belum lagi jalan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Dan bhakti Asli dalam membuat program yang menyentuh kehidupan masyarakat, juga dibuktikan dengan membuat jalan yang membuka akses ke kawasan terisolir di Kelurahan Jaruai Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Masyarakat disanapun memberi nama jalan itu dengan nama ; Jalan Asli Chaidir!
Asli juga menginginkan bagaimana menjadikan PAN ini sebagai mediator dalam rangka membentuk jaringan good governance, yakni terciptanya kemitraan antara pemerintah, legislatif, masyarakat dan pihak swasta. ***



















0 komentar: