Anda butuh kendaraan untuk membawa keluarga berlibur atau keperluan bisnis di Sumatra Barat dan sekitarnya dengan sopir berpengalaman? Kamilah solusinya. Hanya dengan Rp 350.000,-/hari termasuk jasa sopir, anda akan mendapatkan pelayanan istimewa dan prima dari Dhilla Auto Rental, perusahaan rental mobil terbesar di Padang dengan motto: Pelanggan Adalah Raja...!!!
Kami tidak hanya melayani rental mobil harian, tetapi juga mingguan dan bulanan. Kendaraan yang kami sediakan adalah keluaran terbaru dengan berbagai merek dan type, seperti Innova, Toyota Avanza, Kijang LGX, Mitsubishi Kuda dan sebagainya. Bila anda datang dari luar Sumbar dan butuh dijemput ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kami juga dengan senang hati menjemput dan mengantar kembali ke bandara, jam berapapun anda inginkan. Itu semua adalah bentuk pelayanan dari kami.
Hayo, tunggu apalagi. Hubungi kami segera ke (0751) 7859550, Faks. (0751) 36881.
Anda juga bisa kontak langsung ke 08126618033 atau 085669147273. Atau anda ingin komunikasi melalaui email? Kirim pesan anda ke email kami; dhilla_rental@yahoo.co.id Apapun keinginan anda, akan kami layani demi kepuasan anda.
Kami akan datang dengan senyum menjemput dan mengantar kemanapun tujuan anda. Keselamatan anda selalu kami utamakan.
Manager
ADE
Kami tidak hanya melayani rental mobil harian, tetapi juga mingguan dan bulanan. Kendaraan yang kami sediakan adalah keluaran terbaru dengan berbagai merek dan type, seperti Innova, Toyota Avanza, Kijang LGX, Mitsubishi Kuda dan sebagainya. Bila anda datang dari luar Sumbar dan butuh dijemput ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kami juga dengan senang hati menjemput dan mengantar kembali ke bandara, jam berapapun anda inginkan. Itu semua adalah bentuk pelayanan dari kami.
Hayo, tunggu apalagi. Hubungi kami segera ke (0751) 7859550, Faks. (0751) 36881.
Anda juga bisa kontak langsung ke 08126618033 atau 085669147273. Atau anda ingin komunikasi melalaui email? Kirim pesan anda ke email kami; dhilla_rental@yahoo.co.id Apapun keinginan anda, akan kami layani demi kepuasan anda.
Kami akan datang dengan senyum menjemput dan mengantar kemanapun tujuan anda. Keselamatan anda selalu kami utamakan.
Manager
ADE
-
17 Desember 2009 - 4 Januari 2010 Mandala Proyeksikan Rata-rata Load Factor Lebih 90 Persen

Mandala mencatat kenaikan permintaan tiket penerbangan mulai pertengahan Desember 2009 hingga awal tahun depan. Diperkirakan, rata-rata load factor akan menembus angka lebih dari 90% pada periode ini.
Long weekend yang terjadi berturut-turut pada minggu ketiga, keempat dan kelima bulan ini telah mendongkrak load factor Mandala mulai tanggal 17 Desember hingga 4 Januari 2010 mendatang.
Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati KD mengatakan bahwa periode long weekend yang terjadi berturut-turut di akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk sebagian masyarakat kita mengambil cuti untuk berlibur atau mengunjungi keluarga di berbagai kota dalam jaringan penerbangan Mandala.
“Kami mencatat trend kenaikan pembukuan tiket yang terjadi mulai tanggal 15 Desember kemarin hingga 4 Januari mendatang”, jelas Trisia. “Momen tahun baru Islam 1431 H, hari natal dan tahun baru 2010 yang jatuh pada hari Jumat kami perkirakan menjadi faktor pemicu kenaikan penumpang kali ini”.
Untuk mengakomodir tingginya permintaan perjalanan udara selama akhir tahun, Mandala menawarkan tambahan 4,320 kursi dengan 24 extra flights selama 7 (tujuh) hari dalam periode tanggal 24 Desember 2009 - 1 Januari 2010 untuk rute-rute penerbangan tujuan Jakarta, Surabaya dan Denpasar.
“Kami meyakini bahwa penambahan kursi ini masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat dari alokasi 275,000 kursi yang sudah kami sediakan selama periode tanggal 21 Desember 2009 sampai 4 Januari 2010”, tambah Trisia.
Pada periode 15-17 Desember kami mencatat rata-rata tingkat isian sebesar 89 persen, bahkan rute-rute tertentu seperti Surabaya, Kupang, Denpasar, Pontianak, Pekanbaru, Balikpapan dan Tarakan mencatat load factor lebih dari 97 persen.
Lebih lanjut, Trisia mengatakan bahwa pembukuan tiket pada periode Natal hingga Tahun baru masih berada pada posisi rata-rata tingkat isian 81 persen, akan tetapi kami perkirakan dalam beberapa hari ke depan pembukuan akan menembus rata-rata lebih dari 90%.
“Saat ini, kami mencatat rute terpadat terjadi untuk tujuan Denpasar, Kupang, Banjarmasin, Balikpapan, Semarang, Jogjakarta dan Surabaya”, lanjutnya.
Trisia menghimbau masyarakat yang akan berlibur di akhir tahun untuk segera melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga tiket yang kompetitif dan memastikan ketersediaan kursi sehingga tidak menggangu rencana liburan dan kebersamaan bersama keluarga yang tentunya telah dipersiapkan sebelumnya.Tentang MandalaMandala adalah maskapai nasional berumur 40 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International di tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pada pertimbangan potensi pertumbuhan bisnis penerbangan di Indonesia yang terbesar ketiga setelah China dan India.
Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.
Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat airbus baru senilai 2,3 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua pesawat jenis Boeing dan menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.
Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 17 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320 dan A319 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau.
Prioritas utama Mandala adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Mandala juga telah menjalani audit dari Airbus, Boeing dan sejumlah perusahaan di bidang perminyakan yang telah memberikan persetujuan untuk terbang bersama Mandala.Tentang Cardig InternationalCardig International, berbasis di Indonesia, merupakan kelompok usaha yang memfokuskan bisnisnya di bidang industri penerbangan komersial, logistic, airport services, industrial dan in-flight catering. Cardig International terlibat dalam servis yang berhubungan dengan industri penerbangan, logistik, katering dan distribusi makanan.
Cardig juga menjalin kerja sama dengan UPS World Wide untuk layanan jasa kurir internasional, dengan Gobel International untuk penggunaan angkutan dan logistik, Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC) untuk perawatan pesawat dan bekerja sama dengan Singapore Airport Terminal Services (SATS) untuk layanan Ground serta cargo handling.
Tentang Indigo Partners LLC
Indigo adalah perusahaan swasta yang mengkhususkan diri pada akuisisi dan investasi strategis di bisnis penerbangan dan bisnis yang terkait dengan kedirgantaraan. Indigo menempatkan sahamnya di sejumlah perusahaan penerbangan internasional, di Eropa (Whizz), Asia (Tiger dan Mandala), Amerika Serikat (Spirit), Rusia (Abnanova) dan Jamaika (Air Jamaika). Indigo berkantor pusat di Phoenix, Arizona, AS dan untuk mengelola bisnis di kawasan Asia-Pasifik, Indigo menjadikan Singapura sebagai lokasi kantor regionalnya. (jer)
more
-
Tour de Singkarak akan Diikuti 20 Negara

Pascagempa berkekuatan 7,9 SR yang meluluhlantakkan banyak bangunan pada beberapa daerah di Sumbar 30 September 2009 lalu, iven Tour de Singkarak yang rencananya digelar Mei 2010 mendatang, dinilai sebagai momentum kebangkitan pariwisata Sumatera Barat.
Betapa tidak, selain akan diikuti peserta dari 20 negara, pihak penyelenggara juga akan mendatangkan sejumlah wartawan asing.
“Kita jadikan ini sebagai momen kebangkitan wisata Ranah Minang. Pesertanya juga meningkat dari 16 menjadi 20 negara,” kata Raseno Arya, Kasubdit Wilayah I Sumatera Ditjen Pemasaran Depbudpar di Padang kemarin.
Kemudian etapenya lebih panjang, terbagi dalam tujuh etape lomba yang sebelumnya hanya empat etape, masing-masing di Kota Padang, Padang- Padang Pariaman, Padang Pariaman-Maninjau, Maninjau-Bukittinggi, Padang Panjang-Bukittinggi dan Bukittingi Sawahlunto serta Sawahlunto-Singkarak. Selain itu, menurut dia, dalam perjalanan dari Maninjau ke Bukittinggi para peserta juga akan ditantang melewati jalan kelok 44 yang sangat terkenal keindahannya itu.
“Start di Padang, para peserta akan menginap di Maninjau dan Bukittinggi. Mereka akan adu sprint dari Padang Panjang ke Bukittinggi. Menuju Sawahlunto peserta akan melewati kawasan Tanah Datar dan finis di Singkarak,”lanjut Raseno.
Yang cukup menarik, ajang ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian di sejumlah lokasi. “Rencana kita akan ada acara-acara seperti itu di Maninjau dan Tanah Datar,”katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah bupati dan walikota, terutama untuk daerah-daerah yang dilewati peserta. “Umumnya mereka sangat antusias untuk menyambut dan mempersiapkan berbagai acara untuk memeriahkannya,”katanya lagi.
Diakuinya, iven Tour de Singkarak memberikan dampak pemasaran wisata yang tinggi. Meski sejumlah kawasan mengalami kerusakan akibat gempa yang cukup besar, tetapi secara umum daerah Sumbar cukup indah, dan menarik bagi para wisatawan asing. Tinggal lagi bagaimana kabupaten dan kota mengelola daerah masing-masing untuk lebih menarik.
“Saya rasa tidak sulit untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemajuan pariwisata untuk peningkatan perekonomian. Apalagi pontensi daerah cukup menjanjikan,” tuturnya.
Tinggal lagi keinginan yang kuat dari masing-masing bupati dan walikota untuk memajukan wisata di wilayahnya masing-masing, dan strategi membangkitkan kesadaran masyarakat sekitar kawasan wisata.
Tour de Singkarak 2010 mendatang sebagai salah satu apreseasi dari kesuksesan penyelenggaran iven balap motor sepeda internasional April tahun lalu. Saat itu para pembalap menilai rute yang dilalui cukup menantang. Namun, mereka menikmati keindahan alam yang dilalui.
Juara Tour de Singkarak 2009, Ghader Mizbani Iranagh dari Iran memuji rute Tour de Singkarak sebagai rute yang indah. "Tracknya indah, naik dan turun, jalannya bagus. Namun, jalan rayanya padat," katanya saat itu.
Senada dengan itu, Cameron Jennings dari Team Budget Forklifts (BFL) Australia mengatakan merasa senang bisa ikut dalam Tour de Singkarak. "Masyarakatnya ramah, pelayanannya baik, alamnya indah.," tuturnya. (aci)
more
-
Gempa tak akan Surutkan Niat Warga Malaysia Berkunjung ke Sumbar

Gempa tidak akan menyurutkan niat warga Malaysia untuk berkunjung ke Sumatra Barat. Selain masalah mati merupakan rahasia Allah SWT yang tak bisa dihindari manusia, datangnya gempa juga tidak bisa diketahui manusia.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Sahid Hamidi di hadapan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Minggu (11/10/2009), sebelum menyerahkan bantuan pemerintah Malaysia sebesar 1 Juta Dolar AS untuk perbaikan infrastruktur dan bangunan publik yang luluhlantak dihantam gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter tanggal 30 September lalu di Sumbar.
Menurut Menhan Malaysia yang juga alumni ESQ (Emotional Spiritual Quotient) ini, gempa dahsyat yang baru saja melanda Sumbar, tak akan berpengaruh terhadap rakyat Malaysia yang memang sudah berniat untuk berkunjung ke Sumbar, apalagi banyak warga Malaysia yang tanah leluhurnya berasal dari Sumatra Barat, apalagi soal meninggal adalah merupakan rahasia Allah SWT.
“Saya sendiri tak takut untuk datang ke Sumbar, apalagi Sumbar merupakan tanah leluhur saya,” katanya.
Sebab, menurut dia, keindahan alam Sumbar tiada banding dengan daerah lainnya. Selain alamnya nan elok dan permai, rakyatnya juga sangat ramah terhadap tamu yang datang.
“Inilah yang membuat orang tak pernah bosan untuk mengunjungi ranah Minang ini,” katanya. (***)
more
-
Mandala Tambahkan 9.710 Kursi Extra Flight ke Padang Hingga Akhir Oktober 2009

Lalu lintas tenaga medis, relawan, kargo dan masyarakat yang ingin membantu korban gempa bumi di Padang masih terus meningkat hingga hari ini (8/10). Untuk itu, Mandala menyediakan tambahan extra flight rute Padang-Jakarta, Batam-Padang dan Jakarta-Padang pada tanggal 8-31 Oktober 2009.
“Dengan adanya tambahan extra flight ini, Mandala menyediakan tambahan 9,710 kursi dengan menggunakan Airbus A320 dan Airbus A319”, kata Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati
“Penambahan kursi ini tentu saja membuat kami dapat mengakomodir tingginya lalu lintas tenaga medis, relawan dan kargo bantuan yang masih sangat dibutuhkan untuk membangun kembali Sumatera Barat, termasuk masyarakat yang ingin mengunjungi sanak saudaranya”, lanjut Trisia.
Mandala melayani 6 penerbangan untuk incoming dan outgoing Padang ke beberapa kota besar antara lain Jakarta, Medan dan Batam. Penerbangan regular Mandala untuk rute Jakarta-Padang dilayani pukul 13.35, Padang-Medan pukul 15.45, Medan-Padang pukul 17.20, Padang-Jakarta pukul 18.55. Padang-Batam pukul 11.25 dan Batam-Padang pukul 09.50.
“Seluruh extra flight ditawarkan dengan harga bervariasi mulai dari Rp350,000 nett hingga tertinggi sebesar Rp980,000 nett,” jelas Trisia. “Untuk mendapatkan pelayanan tiket Mandala, silakan menghubungi call center Mandala 24 jam 0804-1234 567 atau (021) 5699 7000. Bagi pengguna internet dapat mengunjungi www.mandalaair.com, sedangkan pengguna telepon genggam dapat mengakses wap.mandalaair.com. Kami telah bekerjasama dengan 7 (tujuh) bank nasional untuk mempermudah pembayaran tiket dengan Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank Permata, Bank BNI, Bank Panin dan Bank Bukopin,” ujarnya.
“Mandala telah menyediakan fasilitas kargo gratis selama 14 hari dimulai tanggal 3 Oktober hingga 16 Oktober 2009. Fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh berbagai institusi untuk mempercepat mobilisasi obat-obatan, vaksin, darah, bahan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya dari Medan, Batam dan Jakarta ke Padang”, lanjut Trisia.
Trisia menambahkan bahwa Mandala juga menyediakan tiket gratis pulang-pergi dari Jakarta, Medan dan Batam menuju Padang untuk tenaga medis (dokter dan perawat) yang membutuhkan fasilitas transportasi udara. Tiket disediakan untuk penerbangan hingga 16 Oktober 2009. Silakan kirimkan email permintaan ke ceo@mandalaaair.com untuk dapat diproses. (*)
more
-
Mandala Sediakan Tiket Gratis untuk Tenaga Medis Bantu Korban Gempa di Sumbar

Mandala memberikan penerbangan gratis untuk tenaga medis seperti dokter dan perawat dalam membantu korban gempa bumi di Padang. Untuk kepentingan ini, Mandala membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), lembaga kesehatan lainnya maupun individu-individu dokter dan perawat sebagai relawan yang membutuhkan penerbangan gratis menuju Padang.
Saat ini Mandala melayani 6 penerbangan untuk incoming dan outgoing Padang ke beberapa kota besar antara lain Jakarta, Medan dan Batam. Penerbangan regular Mandala untuk rute Jakarta-Padang dilayani pukul 13.35 WIB, Padang-Medan pukul 15.45 WIB, Medan-Padang pukul 17.20 WIB, Padang-Jakarta pukul 18.55 WIB. Padang-Batam pukul 11.25 WIB dan Batam-Padang dan 09.50 WIB.
Pada tanggal 2 Oktober lalu, Mandala telah menyediakan extra flight untuk tujuan Batam ke Padang pada Pk. 19.15 WIB dan dari Padang ke Jakarta pada Pukul. 20.45 WIB.
Selain itu, Mandala menyediakan tambahan extra flight yang disediakan untuk melayani masyarakat yang ingin memberikan dukungan kepada sanak saudara yang menjadi korban di Padang maupun melakukan evakuasi menuju Jakarta. Dengan adanya extra flight ini, Mandala menyediakan tambahan 1,224 kursi dengan menggunakan Airbus A320 dan Airbus A319:
Rute Penerbangan Waktu Keberangkatan Waktu Kedatangan
Padang-Jakarta 20.00 WIB 21.40 WIB
Batam-Padang 18.15 WIB 19.20 WIB
Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati mengatakan bahwa Mandala berupaya membantu memenuhi kebutuhan transportasi udara dan berusaha memberikan pelayanan yang baik dalam masa yang berat ini. Dengan penyediaan gratis transportasi udara ini, maka para dokter dan perawat dari kota Jakarta, Medan dan Batam dapat pergi ke Padang dengan menggunakan Mandala.
“Disamping itu, mengingat permintaan sumbangan darah yang semakin tinggi maka Mandala akan menggelar donor darah secara serentak di 17 kota yang dilayani penerbangan Mandala antara lain Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Kupang, Bengkulu, Pangkalpinang, Jambi, Padang, Pekanbaru, Batam, Medan, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan dan Tarakan. Donor darah di 17 kota ini akan berlangsung mulai tanggal 7 Oktober sampai tanggal 23 Oktober 2009.
“Mandala juga bekerjasama dengan Posko Dephub untuk menyediakan fasilitas kargo gratis hingga maksimum 2 ton selama 14 hari dimulai tanggal 3 Oktober hingga 16 Oktober 2009. Diharapkan fasilitas ini dapat mempercepat mobilisasi obat-obatan, bahan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Padang”, papar Trisia.
Note: Kebutuhan tenaga medis untuk menangani korban terluka akibat gempa bumi di Sumatera Barat mendesak untuk segera dipenuhi, silakan email ke ceo@mandalaair.com untuk memperoleh fasilitas ini.
more
-
Pasca Gempa 7,9 SR, Rental Mobil Laris di Padang

Perusahaan rental mobil di Padang, Sumatera Barat pasca gempa berkekuatan 7,9 SR yang melanda daerah itu Rabu sore (30/09/2009), kehabisan kendaraan karena seluruhnya telah disewa masyarakat yang datang ke Padang untuk mengunjungi keluarganya di Sumbar.
Bahkan, Dhila Rental sebagai satu perusahaan rental mobil terbesar di Sumbar kewalahan melayani permintaan kendaraan, apalagi Dhila menetapkan sewa yang wajar dan tidak "mencekik" seperti yang dilakukan banyak pemilik rental dadakan lainnya yang meletakkan harga sampai diluar batas kewajaran.
“Hingga saat ini, sudah puluhan permintaan pesanan kendaraan yang kami handle dengan harga seperti hari biasa. Kalaupun ada kenaikan, hanya Rp100.000/hari. Misalnya untuk Avanza biasanya Rp300.000/hari untuk beberapa hari kami naikkan Rp400.000/hari. Harga itu naik sedikit karena kami menaikkan honor sopir karena harus meninggalkan keluarganya yang masih ketakutan akan gempa susulan. Tapoi harga itu masih jauh dari wajar dibanding rental lain yang memanfaatkan aji mumpung dengan mematok tarif Rp1 juta/hari,” ujar Ade, pimpinan Dhila Rental di Padang, Kamis (01/10/2009).
Begitupun dengan beberapa perusahaan rental lainnya di Padang juga mengaku kebanjiran permintaan kendaraan. Selain permintaan datang dari masyarakat yang ingin melihat keluarganya di Padang dan kawasan lainnya yang dilanda gempa, permintaan juga banyak datang dari kru televisi dari Jakarta dan juga dari beberapa negara lain di dunia seperti NHK Jepang, Jazeera Arab, CNN serta kru televisi dari Malaysia, Singapore dan lainnya.
Seperti dituturkan Ade, kendaraannya lebih banyak disewa kru televisi dari Jakarta. Selain itu, pihaknya saat ini juga sedang membawa kru dari SKS Corporate Photography & Video yang berkantor di Perth, Australia Barat.
Pantauan Dhila Rental, laris manisnya rental mobil di Padang, juga karena ada sebagian yang dijadikan travel jurusan provinsi tetangga, karena sewa travel naik.
Sejak gempa terjadi pada Rabu pukul 17:16 WIB warga asal Sumbar terus memantau setiap perkembangannya baik melalui media cetak maupun televisi.
Apalagi, pada Kamis siang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Panglima TNI jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan sejumlah menteri terkait lainnya juga berkunjung langsung lokasi gempa di Padang, didampingi Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Walikota Padang Fauzi Bahar. (jer)
more
-
Alquran Cetak Pertama di Indonesia Diterbitkan di Bukittinggi

Bukittinggi merupakan salah satu kota di Sumatera Barat dengan sejuta kisah bernuansa sejarah yang mewarnai perjalanan bangsa ini. Bahkan Bukittinggi pernah memegang peran penting sebagai ibukota darurat Republik Indonesia saat Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Jam Gadang, yang telah terkenal ke seantero dunia, dan telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, juga berasal dari Kota Bukittinggi yang hingga kini masih berdiri dengan kokohnya dan menjadi salah satu ikon pariwisata.
Namun, dari sekian banyak lintasan sejarah di Kota Bukittinggi, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kota berhawa sejuk itu juga memiliki sejarah yang panjang terkait bidang keagamaan. Di Bukittinggilah kitab suci Al Quran dicetak dengan menggunakan mesin cetak canggih pada zamannya untuk pertama kali di Indonesia. Dan sejak saat itu pula Al Quran cetak semakin mudah didapatkan oleh masyarakat karena telah diproduksi secara massal oleh Percetakan Islamiyah hingga ratusan eksemplar.
Pemilik percetakan itu adalah HMS Soeleman (1879-1971), seorang warga Bukittinggi keturunan Arab. Dibantu oleh karyawannya yang berkebangsaan Jepang, Soeleman mulai merintis mencetak Al Quran dengan diawali membuat film (klise) yang terbuat dari logam kuningan antara tahun 1935-1940. Mesin cetak yang akan digunakan untuk mencetak Al Quran itu kemudian didatangkan khusus oleh Soeleman langsung dari Belanda. Ternyata, mesin cetak yang canggih pada masa itu tidak tersedia di Belanda sehingga harus dipesan pula ke Jerman. Meski demikian, setelah beberapa waktu akhirnya mesin cetak itu sampai juga dengan selamat di Kota Bukittinggi.
Menurut penuturan putra kandung HMS Soeleman, Prof. Dr.H. Mahyuddin Soeleman, Sp.OG(K) kepada Haluan, Selasa (8/9) kemarin, masing-masing klise itu dibuat per halaman, sehingga untuk satu eksemplar Al Quran dibutuhkan hingga sekitar 500 buah klise kuningan. Ukuran klise itu setara dengan ukuran halaman Al Quran yang sebenarnya. Dari lembaran klise yang konon kabarnya didatangkan langsung dari negeri Arab itu kemudian dibuat cetakannya oleh orang Jepang untuk selanjutnya dicetak secara massal oleh Percetakan Islamiyah yang berlokasi di Jalan Syekh Bantam, Bukittinggi.
Ketika masa penjajahan Jepang masuk ke Bukittinggi pada tahun 1942, hampir semua tokoh masyarakat dan tokoh agama ditangkapi oleh militer Jepang. Tujuannya untuk meredam dan mencegah perlawanan yang mungkin muncul dari warga setempat terhadap Jepang. Termasuk di antara yang ditangkap itu adalah HMS Soeleman. Namun, selang dua hari sejak ditangkap, Soeleman kemudian dibebaskan dari tahanan. Usut punya usut, yang membebaskan Soeleman itu adalah salah satu komandan militer Jepang yang memegang peran penting di Kota Bukittinggi. Ternyata, komandan Jepang yang membebaskan Soeleman itu adalah bekas karyawannya dulu yang bekerja membuat klise cetak Al Quran.
Dari kejadian itu Soeleman kemudian menarik kesimpulan bahwa jauh sebelum Jepang mendaratkan kakinya di Bukittinggi, mata-mata Jepang telah lebih dulu bekerja di kota itu dan memberikan informasi penting kepada pemerintah Jepang pusat. Dan tak disangka, ternyata orang yang bekerja padanya diduga adalah mata-mata Jepang yang sebenarnya menjabat komandan militer Jepang.
Hingga tahun-tahun selanjutnya, percetakan Islamiyah milik HMS Soeleman itu kemudian terus beroperasi mencetak ratusan ribu eksemplar Al Quran untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Selain mencetak Al Quran, Percetakan Islamiyah juga mencetak berbagai macam buku lainnya terutama buku-buku keagamaan. Sejak Percetakan Islamiyah berhenti beroperasi sekitar tahun 1960an, mesin cetak asal Jerman itu juga berhenti memproduksi Al Quran dan buku-buku lainnya.
Namun demikian, menurut Mahyuddin Soeleman, yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis Obstetric Ginekologi (Kandungan), hingga saat ini mesin cetak yang sempat terkenal pada zamannya itu tetap terawat meski tidak lagi bekerja. Demikian pula dengan ratusan lembar klise Al Quran, masih tetap bersih terjaga berkat perawatan yang dilakukan terus menerus.
Rencananya, kata Mahyuddin, mesin cetak yang memiliki nilai sejarah tinggi berikut ratusan lembar klise kuningan itu akan disumbangkan ke pihak museum, sehingga menjadi asset sejarah yang tak ternilai. Sehingga, hal itu bisa diketahui dan menjadi pembelajaran bagi generasi muda zaman sekarang. Sekaligus menjadi kebanggan pula bagi masyarakat Sumatera Barat bahwa Kota Bukittinggi pernah mencatatkan dirinya dalam tinta emas sejarah bangsa sebagai kota pertama yang melakukan percetakan Al Quran secara massal di Indonesia. (Ahmad)
more
-
Mandala Airlines Utamakan Keselamatan Penerbangan

Soal keamanan, maskapai penerbangan Mandala tidak main-main menegakkan disiplin. Buktinya, Mandala berani menurunkan penumpang yang tetap “membandel” menghidupkan handphone ketika akan take off atau terbang.
“Sudah dua kali kita menurunkan penumpang yang membandel masih menelpon ketika pesawat akan take off. Selanjutnya, mereka diserahkan ke pihak bandara untuk ditindak lanjuti,” ujar Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati kepada Dhila Rental, Kamis (03/09/2009) di Padang.
Selain itu, menurut Trisia pihaknya juga menerapkan disiplin dalam hal check in, pembelian tiket dan kenyamanan penumpang. Pasalnya, Mandala Airlines ingin menciptakan image baru yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang.
“Soal keamanan dan kenyamanan kita tidak main-main. Pasalnya, hal itu menyangkut nyawa orang banyak dan diatur oleh Undang-Undang No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan. Untuk itu, kita berupaya menciptakan image baru dimana Mandala Airlines mementingkan keamanan dan kenyamanan penumpang,” ujarnya.
Untuk keamanan dan kenyamanan penumpang, Trisia mengatakan bahwa Mandala Airlines telah menginvestasikan dana sekitar 2,3 miliar dolar AS untuk membeli 30 pesawat airbus baru yang datang secara bertahap hingga 2014 mendatang. Dimulai 2011 akan datang enam pesawat kemudian delapan pesawat ditahun berikutnya. Tujuh pesawat di tahun 2013 dan sembilan pesawat di 2014.
“Saat ini kita sudah ada 11 pesawat airbus yang dioperasikan. Tahun 2010 mendatang menjadi 13 buah. Untuk pesawat jenis boeing telah kita kandangkan demi keamanan dan kenyamanan penumpang. Sejak 15 Januari 2009 lalu, Mandala tidak lagi menggunakan jenis boeing, tapi sudah airbus semuanya,” ujarnya.
Karena Mandala Airlines telah menerapkan standar internasional keamanan dan kenyamanan penumpang, menurut Trisia, sejak 14 Juli 2009 lalu, Mandala telah diperbolehkan terbang ke Eropa oleh Uni Eropa. Sebelumnya, semua pesawat Indonesia dicekal tidak boleh terbang ke Eropa. Namun setelah menerapkan standar internasional, Mandala menjadi satu diantara dua maskapai penerbangan Indonesia yang diperbolehkan terbang ke Eropa.
“Hal itu tentu sebuah kepercayaan internasional terhadap Mandala. Meskipun demikian, untuk saat ini, Mandala masih fokus kepada penerbangan domestik terlebih dahulu. Setelah itu baru regional dan internasional,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Trisia mengatakan untuk menyambut lebaran Mandala mempersiapkan 550 ribu kursi untuk dua minggu sebelum dan sesudah lebaran. Hanya untuk penerbangan H-3 dan H+3 dari kota-kota utama, reservasinya rata-rata telah mencapai 90 persen. Malahan untuk Jakarta-Padang dan arus balik Padang-Jakarta telah mencapai angka 99 persen.
“Kita minta masyarakat untuk memesan tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan agar mendapatan tiket yang murah. Jika memesan menjelang keberangkatan tentu harganya mahal,” katanya. (pep/wan)
more
-
Pemecahan Rekor Dunia Menyelam akan Digelar Tahun 2011 di Pantai Padang

Kalau tidak suka tantangan bukan Fauzi Bahar namanya. Hal itu dibuktikan Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si pilihan rakyat tersebut dengan melakukan penyelaman ke dasar laut bersama Kasop KASAL Laksamana Muda Edi dan 2.659 penyelam lainnya dari berbagai belahan dunia, yang dinominasi oleh jajaran TNI AL. di kawasan Pantai Malalayang, Menado, Minggu lalu (16/08/2009).
Acara pemecahan rekor menyelam dunia ini sebelumnya dilaksanakan di Maldif dan untuk dua tahun mendatang akan digelar di kawasan Pantai Kota Padang, seperti di perairan Pulau Sikuai atau Teluk Bungus, ujar Walikota Padang Fauzi Bahar kemarin.
Menyelam bagi Fauzi bukanlah hal yang aneh, karena ia sebelum menjadi walikota sudah ditempa oleh TNI AL, makanya air adalah salah satu kehidupannya. Dengan air ia bisa melakukan berbagai hal yang menguntungkan bagi bangsa dan negara, serta diri pribadi dan keluarga.
“Saya sangat bangga dapat kembali melakukan penyelaman ke dasar laut bersama rekan- rekan seangkatan di TNI AL dan berbagai unsur pimpinan/ perwira TNI AL. Saya sangat puas dan seakan- akan kembali ke dunia laut, jelas Fauzi yang juga mantan pasukan katak,” tuturnya sambil mengenang pengalamannya selama bertugas di Pasukan Katak, TNI-AL dulu.
Teman- teman Fauzi semasa masih di TNI AL sangat salut dan bangga dengan tampilnya ia pada kegiatan penyelaman tersebut. Bahkan ada yang sangat terharu, meskipun sudah menjadi walikota tetap rendah hati dan tetap memperhatikan rekan- rekan sejawat.
Bagi orang yang tidak mengenal laut lebih dekat, laut memang hal yang sangat menakutkan.
“Tetapi bagi saya laut adalah salah satu anugerah Tuhan yang harus dinikmati dan salah satu tempat mencari inspirasi baru,” imbuhnya.
Untuk itu dia mengingatkan generasi muda harus mencintai laut, apalagi dua pertiga dari Indonesia adalah perairan. Ini harus menjadi sebuah menjadi pemikiran. Maksudnya bagaimana mengambil dan mengembangkan potensi laut untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya perekonomian rakyat.
Sebagaimana yang disampaikan Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos tadi malam, keberhasilan Fauzi Bahar memecahkan rekor menyelam tingkat dunia merupakan kebahagian tersendiri bagi beliau, karena ini sekaligus merupakan kado/ hadiah ulang tahunnya yang 47, (16/8).
“Ini akan saya jadikan sebagai momentum untuk memberikan yang terbaik lagi bagi pembangunan Kota Padang, menuju kota metropolitan,’’ jelasnya penuh optimis.
Kepada masyarakat, khususnya generasi muda, walikota berharap tetap menjaga dan melestarikan isi laut dan berbagai keindahan yang ada di dalamnya, seperti terumbu karang.
Terumbu karang harus dijaga dan dipelihara dan jangan dibom, karena bahagian yang sangat vital untuk kekuatan dasar laut, untuk kebutuhan ilmiah dan yang lainnya.
Berbicara masalah keindahan dasar laut, ternyata dasar laut Padang tidak kalah indah dengan Menado.
“Untuk itu, kita akan kembangkan lagi wisata laut di Padang. Ini tidak hanya semakin memancing minat generasi muda menyelam, tetapi juga memacu petumbuhan perekonomian rakyat,” ujarnya.
Menurut rencana Fauzi Bahar akan ikut dalam upacara memperingati HUTRI ke 64 di dasar laut Menado (Senin 17/8). Namun karena di Padang terjadi gempa berkekuatan 6,9 SR, ia mempercepat kembali ke Padang kemarin pagi (17/8), untuk menenangkan warga kota.
Untuk itu, ia mengingatkan warga kota agar tetap tenang dan selalu berzikir dan ingat akan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. "Selagi kita ingat kekuasaan Allah SWT, mudah- mudahan kita tetap selamat dari cobaan Allah SWT," ujar Fauzi. ***
more
-
Gema Ramadhan "Minang Saiyo" di Sydney, Australia

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430 H, organisasi perantau Minang (Minang Saiyo) di Sydney, New South Wales Australia mengadakan serangkaian kegiatan Silaturahim & BBQ, Buka Puasa Bersama dan Silaturahim Idul Fitri 1430 H.
Kegiatan ini dikoordinir H. Hoesni di bawah arahan Presiden Minang Saiyo Sydney, H. Syamsul Bahri. Gema Ramadhan ini adalah tradisi tahunan yang untuk ke empat kalinya dilaksanakan oleh salah satu organisasi perantau Indonesia terbesar di Australia.Silaturahim & BBQ
Laporan yang diterima Dhila Rental dari Sydney, Senin sore (17/08/2009) menyatakan, pada hari Minggu tanggal 16 Agustus 2009, bertempat di Park Wiley Park (Corner King Georges Road and Canterbury Road, Wiley Park NSW 2195), telah digelar kegiatan “Silaturahim & BBQ” yang dihadiri sekitar 500 orang.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo dalam sambutannya menyatakan sangat bangga dan mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Minang Saiyo yang terus mempererat suasana silaturahmi antara perantau minang di luar negeri, dan tidak melupakan tradisi-tradisi masyarakat minang.
Kegiatan ini diisi dengan lomba olah raga gembira seperti pacu karung, pacu kelereng, tarik tambang dan bola voley, disamping Tauziah Tarhib Ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Romzi Ali, sambil BBQ-an.
Pacu karung diikuti oleh anak-anak dan ibu-ibu yang berasal dari keluarga besar Minang Saiyo yang berasal dari kelompok-kelompok seperti Ikatan Keluarga Padang Panjang, Batipuh X Koto dan Sekitarnya (Ikappabasko), Ikatan Keluarga Padang Pariaman dan Sekitarnya (IKPPS), Ikatan Masyarakat Guguak Tinggi (IMGT), Ikatan Keluarga Tanah Datar dan Sekitarnya (Ikadas) dan Sulit Air Sepakat (SAS).
Pacu kelereng yang membutuhkan keseimbangan membawa kelereng sambil berjalan cepat atau berlari itu adalah anak-anak umur 7-15 tahun. Anak-anak Minang yang tinggal di Sydney dan sekitarnya sangat bersemangat dan bergembira mengikuti salah satu permainan tradisional ini.
Pertandingan tarik tambang dibagi dalam tiga kelompok; bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak. Antusiasme juga sangat terlihat dalam kegiatan ini, kaum ibu-ibu bahkan sanggup mengalahkan anak-anak remaja. Begitu juga dengan kelompok bapak-bapak yang berhasil mengalahkan kelompok pemuda, yang notabene diisi dengan anggota Minang Saiyo Tigers (perserikatan Sepakbola Minang Saiyo)
Sedangkan pertandingan bola voley diikuti empat tim, yakni tim pelajar (pelajar Minang yang sedang belajar di Sydney), tim Minang Saiyo, tim IMGT, tim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) New South Wales, tim Padang Pariaman dan tim Binawan. Keluar sebagai juara I pertandingan bola voley adalah tim Binawan, sedangkan tim Pelajar dan tim PKS keluar sebagai juara II dan III.
Masing-masing pemenang diberikan hadiah oleh Panitia, baik yang berbentuk trophy dan makanan-makanan ringan.
Tauziah Tahrib Ramadhan diselenggarakan ba’da Ashar. Dalam Tausiahnya Ustad Romzi Ali menyampaikan bahwa setiap umat muslim harus mempersiapkan diri dalam menyambut Ramadhan. Bulan Ramadhan bagaikan tamu agung, dimana semua Muslim mesti menyambutnya dengan suka cita.
Dalam akhir Tausiahnya Ustad Romzi Ali mengingatkan bahwa jangan pula sampai amalan nanti yang akan dikerjakan pada bulan Ramadhan ditinggalkan begitu Ramadhan berakhir. Semestinya, bulan Ramadhan nanti menjadi bulan latihan dan kemudian berlanjut di bulan-bulan biasa.Buka Puasa Bersama
Acara Buka Puasa Bersama insha Allah akan diadakan pada hari Ahad tanggal 13 September 2009. Acara akan dimulai pada jam 3.30 sore (ba’da Ashar), bertempat di Riverwood Senior Citizen’s Centre (Corner of Belmore Road and Washington Avenue Riverwood 2210). Rencananya, tausiah Ramadhan akan disampaikan oleh ustad dari Padang yang sedang dalam pengurusan surat-menyurat.
Acara Buka Puasa Bersama akan mengundang seluruh masyarakat Minang yang berada di Sydney dan kelompok majelis ta’lim masyarakat Indonesia di seputaran di Sydney.Silaturahim Idul Fitri 1430 H
Sebagai penutup rangkaian “Gema Ramadhan Minang Saiyo 1430 H” akan diadakan Sialturahmi Idul Fitri pada hari Ahad tanggal 11 Oktober 2009 yang juga bertempat di Riverwood Senior Citizen’s Centre (Corner of Belmore Road and Washington Avenue Riverwood 2210).
Pada acara Silaturahim Idul Fitri 1430 H ini, Tausiah juga akan disampaikan oleh ustad yang akan datang dari Padang tersebut.
Disamping ketiga acara tesebut (Silaturahim & BBQ, Buka Puasa Bersama dan Silaturahim Idul Fitri), pengurus Minang Saiyo Sydney juga akan mengumpulkan zakat fitrah, infaq dan sedekah yang bekerja sama dengan PKPU Sumbar. Hasil pengumpulan zakat fitrah, infaq dan sedekah akan dikirimkan oleh PKPU Sumbar ke masyarakat Minang yang membutuhkan. ***
more
-
Menjelajahi Keindahan "Negeri Bawah Air" Kota Padang

Industri pariwisata bahari di Indonesia akhir-akhir ini menunjukan perkembangan yang pesat. Kenyataan ini ditunjukkan oleh semua pemerintah daerah yang berusaha mengembangkan potensi daerahnya masing-masing sesuai tuntutan otonomi daerah yang seluas-luasnya. Masing-masing pemerintah daerah berusaha mengelola potensi daerahnya masing-masing baik dari segi kultur, keindahan, budaya, peninggalan sejarah, pegunungan ataupun keindahan wilayah pesisirnya.
Sumatera Barat, dalam hal pariwisata mempunyai potensi yang sangat besar sekali, obyek-obyek wisata sangat banyak dan tersebar di seluruh tanah Ranah Minang. Salah satu dari potensi tersebut adalah dengan tersedianya obyek wisata bahari di lingkungan laut, hal ini ditunjang oleh letak Ranah Minang di bagian barat Pulau Sumetera yang memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 450 Km dengan luas perairan laut lebih dari 138.759 km, termasuk daerah ZEE, maka sangatlah wajar bila tahun-tahun terakhir ini banyak sekali mulai berkembang lokasi-lokasi wisata bahari di sepanjang pantai Sumatera Barat.
Beberapa pulau kecil yang terletak di kawasan Teluk Bungus dan Perairan Kodya Padang diantaranya Pulau Pisang Ketek, Pulau Pisang Gadang, Pulau Kasiak, Pulau Terlena, Pulau Pasumpahan dan Pulau Sirandah. Beberapa buah pulau lainnya perlahan-lahan mulai terus di benahi pengelolaannya menjadi tempat wisata bahari, seperti halnya dengan Pulau Sikuai yang telah berdiri hotel berbintang tiga, demikian juga halnya dengan Pulau Cubadak dan Pulau Cingkuak di kawasan perairan Painan Pesisir Selatan.
Meskipun perkembangan wisata bahari di Ranah Minang telah mulai cukup pesat, tapi hanya baru terbatas untuk menikmati keindahan pulau, rekreasi pantai atau wisata mancing dan mandi-mandi. Masih banyak yang belum mengetahui bahwa nun jauh di dasar lautnya terdapat keindahan lain yang jauh lebih luar biasa. Keindahan beraneka ragam terumbu karang dengan ikan-ikan hias penghuninnya tersebut menjdaikan pemandangan yang menawan, membuat semua orang ingin untuk menyelaminya atau bersnokelling ria agar dapat menikmati keindahan tersebut.
Letak Teluk Bungus di bagian barat pulau Sumatera ini memiliki potensi panorama bawah air yang cukup besar, gugusan pulau-pulau dan gosong yang terdapat dikawasan teluk ini menyimpan begitu banyak keindahan yang belum banyak di ketahui kemisteriusannya untuk diselami. Wsatawan penyelam umumnya mencari obyek-obyek selam atau lokasi penyelaman yang baru untuk dinikmati, tapi umumnya panorama indah yang dicari tersebut adalah dari terumbu karang dengan biota yang hidup didalamnya dan berasosiasi dengannya. Keindahan terumbu karang antara lain di tentukan oleh keanekaragaman jenis karang dan kekayaan ikan-ikan hias yang hidup disana.
Berikut ini penulis mencoba menyajikan potensi lokasi obyek-obyek wisata bawah laut yang terdapat di perairan Sumatera Barat dan lokasi-lokasi yang terdekat dengan Kodya Padang.
1). Pulau Pisang Gadang.
Pulau ini memiliki geomoforlogi pantai yang bervariasi dengan pasir putih yang halus. Pada bagian sebelah timur pulau merupakan rataan terumbu tepi yang ditumbuhi oleh beraneka ragam jenis terumbu karang. Karena letak dari Pulau ini yang relatif dekat muara sungai Batang Arau menjadikan kualitas perairan disekitarnya agak keruh, tapi walaupun demikian kita masih akan menemukan karang-karang yang berbentuk meja dari marga Acropora hyacinthus dan acropora cytherea, karang dari marga non-Acropora serta soft coral yang hidup pada kedalaman dari 0.5 meter sampai dengan kedalaman 5 meter.
Keindahan bawah laut pulau ini dapat dinikmati cukup dengan hanya bersnokelling, karena pandangan kita yang relatif terbatas yang disebapkan oleh visibility yang rendah dan agak keruh terutama pada musim hujan. Tutupan terumbu karangnya pun hanya sampai pada kedalaman 5 meter, menjadikan lokasi ini lebih cocok hanya untuk bersnokelling, untuk melakukan penyelaman scuba kurang cocok disebabkan kejernihan air yang relatif rendah.
2). Gosong Sinyaru.
Bagi para penyelam yang ada di Padang, sebutan gosong ini lebih populer dengan sebutan gosong kapal, mungkin karena pada lokasi ini ditemukan adanya bangkai kapal yang tenggelam entah beberapa tahun lalu. Lokasi ini merupakan tempat penyelaman yang sangat menarik bagi para petualang selam yang suka wreck dive dengan kedalam di bawah permukaan air sekitar 15 – 20 meter, dilokasi ini para penyelam akan dapat menikmati suasana yang lain bila dibandingkan denga lokasi lain yang berterumbu karang, uniknya pada lokasi ini adalah dasar dari perairannya yang berupa rataan karang keras ( hard coral) dan tidak berpasir.
Bila melakukan penyelaman di lokasi ini, penyelam akan dapat menyelam pada lorong-lorong dan puing-puing rongsokan bangkai kapal yang menciptakan suatu kenikmatan tersendiri, disamping itu penyelam juga akan melihat beraneka jenis ikan karang dan ikan hias yang bersileweran dintara puing-puing kapal tersebut, bahkan bagi para penyelam yang belum pernah menyaksikan ikan hiu selama melakukan penyelaman.
Nah.. di lokasi ini akan dapat melihatnya. Menyaksikan ikan hiu di saat melakukan penyelaman sebenarnya melahirkan suatu kenikmatan tersendiri dan harus bisa menghilangkan opini bahwa hiu itu akan memangsa kita. Biasanya pada lokasi yang memiliki wreck dive ini harga 1 paket penyelaman lebih mahal bila dibandingkan dengan lokasi yang hanya mengandalkan keindahan terumbu karang saja.
3. Gosong Suar
Merupakan gugusan karang yang belum muncul ke permukaan, dan di lokasi ini dipasang mercu suar yang berfungsi sebagai rambu-rambu pelayaran arus lalu lintas laut. Pada waktu pasang terendah gosong ini mempunyai kedalam 3-6 meter dibawah permukaan air. Terumbu karang hidup ditemukan sampai pada kedalaman 12 meter dan pada bagian-bagian tertentu di temukan dasar perairan yang berupa pasir, pada rataan flat pertumbuhan karang lebih didominasi oleh karang acropora tabulate dan karang acropora bercabang.
Lokasi ini cocok dijadikan tempat penyelaman scuba, karena kedalaman yang cukup serta kehernihan air relatif lebih bagus, kemudian ditumbuhi oleh keanekaragaman karang yang cukup tinggi. Bila melakukan penyelaman scuba di sini, kita harus ekstra lebih berhati-hati, karena lokasi ini merupakan sebuah gosong yang biasanya arus lebih kuat dan jangan lupa untuk mengingatkan kepada kru atau orang yang ada di atas perahu/kapal agar mereka selalu mengawasi kita dari atas kapal selama melakukan penyelaman.
4. Pulau Sirandah
Hanya sekitar 40 menit dari pelabuhan Muara Padang atai sekitar 30 menit dari TPI Bungus, kita sudah sampai kepulau ini dengan mempergunakan perahu 80 HP. Pulau ini merupakan pulau yang relatif kecil yang terletak lebih kurang 11 mill dari pusat kota Padang. Setiap harinya puluhan kapal-kapal nelayan bagan yang berasal dari kawasan Bungus lego jangkar di sekitar perairan pulau ini untuk berlindung dan menunggu hari sore untuk berangkat ketengah laut mencari ikan.
Pantainya terdiri dari pasir putih halus dan landai. Keindahan bawah lautnya dapat dilihat di sekeliling pulau yang ditumbuhi oleh karang dari acropora bercabang, heliopora, pada kedalaman 2-3 meter lebih didominasi oleh pertumbuhan karang-karang lunak. Pertumbuhan karang ditemukan sampai dengan kedalaman 15 meter menjadikan panorama lautnya menjadi indah untuk diselami. Lokasi ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat penyelaman scuba dan snorkelling karena didukung oleh kejernihan air dan keanekaragaman terumbu karangnya yang cukup padat.
Sebagai masyarakat Sumatera Barat, kita boleh merasa bangga, karena kita memiliki potensi wisata bawah laut yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain yang memiliki lokasi-lokasi penyelaman dan tempat-tempat untuk berwisata bahari. ***
Indrawadi,S.Pi
Scuba Diver - Universitas Bung Hatta
more
-
Terumbu Karang, Rumah Ikan yang Paling Indah

Semua makhluk hidup membutuhkan rumah untuk berkembang biak, begitu
juga dengan ikan di dalam laut. Terumbu karang merupakan rumah ikan
yang paling indah. Seandainya rumah itu hancur atau hilang, akan ke
manakah ikan-ikan tersebut...? Penulis ingin berbagi kegiatan mengenai
aktivitas yang bisa dilakukan dalam kegiatan menyelam seperti yang
telah dilakukan dengan rekan-rekan diver (penyelam) dari Yayasan
Minang Bahari dan Diving Proklamator Universitas Bung Hatta
bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Padang Pariaman .Perjalanan
Akhir pekan, minggu pertama bulan Desember 2008 lalu, 8 peneliti dan
penyelam dari Yayasan Minang Bahari dan empat orang sukarelawan
(volunteers) Diving Proklamator Universitas Bung Hatta berangkat dari
pelabuhan Muaro Padang menuju Pulau Tangah, Padang Pariaman.
Cuaca pagi itu cukup cerah, dihangatkan pancaran sinar Matahari yang
masih enggan menyapa Bumi di wilayah Padang. Kekhawatiran kami sirna
mengingat sehari sebelumnya, wilayah Padang diguyur hujan deras. Kapal
motor melaju dengan tenang di tengah perairan Kota Padang, membawa
kami dan perlengkapan yang cukup banyak. Selama di perjalanan, kami
mendiskusikan bentuk susunan beton yang akan dikerjakan di bawah air
dengan melihat foto-foto beton yang disusun di darat.
Kurang lebih tiga jam perjalanan dengan kapal nelayan berkekuatan 190
PS menyisir Pantai Padang, Pasir Jambak dan sampailah pada tujuan
akhir kami, yaitu Pulau Tangah. Begitu kapal motor mendekati Pulau
Tangah, ABK kapal motor segera membuka palka yang berisi ratusan
beton. Beton-beton itulah yang nantinya akan kami susun di bawah air
sebagai terumbu buatan (rumah ikan yang baru).
Selanjutnya, Samsuardi pimpinan tim dan sukarelawan dari Diving
Proklamator yang juga ketua BEM Universitas Bung Hatta Mubruri
Tanjung, bersiap-siap untuk turun dan memasang pelampung tanda tempat
penurunan beton-beton tersebut, Yaser Arafat (putra Cucu Magek Dirih)
mulai menyetting peralatan selam, sedangkan tim yang lain melakukan
briefing untuk menyamakan persepsi tentang bentuk/struktur beton yang
akan disusun di bawah air. Pada akhir briefing, dilakukan
simulasi/peragaan penyusunan beton-beton yang dijadikan terumbu buatan
di darat. Simulasi penting dilakukan mengingat bahwa nantinya tim
tidak hanya sekadar menyelam tapi juga bekerja di bawah air.Terumbu Buatan atau Rumpon
Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan terumbu karang. Salah satu
aktivitas yang menjadi momok kehidupan terumbu karang adalah
penggunaan bom dan racun potassium cianida. Aktivitas ini yang
mengakibatkan hancurnya terumbu karang dan hilangnya ikan-ikan yang
menghuni di terumbu karang tersebut.
Salah satu kegiatan yang dapat membantu ikan-ikan mendapatkan
"rumah"-nya kembali adalah dengan membuatkan terumbu buatan
(artificial reef) atau rumpon. Kedua kata ini kadang-kadang masih
disamaartikan, padahal ada perbedaan yang mendasar. Terumbu buatan dan
rumpon memiliki persamaan untuk membantu memberikan tempat bagi ikan
dalam berkembang biak, dan dapat merangsang terbentuknya koloni
terumbu karang. Sedangkan perbedaannya terletak pada konstruksinya,
rumpon tidak perlu disusun di dalam laut, bahannya dapat berwujud apa
saja, misalnya, becak, bus, bahkan kapal karam (tenggelam) pun dapat
berfungsi sebagai rumpon, dan biasanya dijatuhkan atau ditenggelamkan
pada perairan yang dalam. Sedang terumbu buatan, penempatannya harus
disusun (menggunakan desain).
Penyusunan dapat dilakukan di darat atau pun di dalam laut. Bahannya
juga bermacam-macam, dapat berupa ban, kayu, bambu atau beton. Letak
terumbu buatan di dalam laut biasanya pada perairan dangkal (di
hamparan terumbu karang yang rusak), hal ini karena setelah pemasangan
terumbu buatan tersebut akan ada aktivitas lanjutan yaitu monitoring
(pemantauan yang berkelanjutan).
Pemasangan terumbu buatan yang dilakukan oleh Yayasan Minang Bahari
hasil kerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Pariaman dibantu
diver sukarelawan Diving Proklamator Universitas Bung Hatta ini adalah
terumbu buatan berupa beton. Beton ini dibuat dari bahan semen dengan
rangka dasarnya besi. Satu konstruksi terumbu buatan ini (seperti
"piramid") terdapat 14 balok yang terdiri dari: 9 balok beton untuk
dasar, 4 balok untuk tinkat 2 dan 1 balok untuk puncak dengan ukuran
yang sama yaitu 50 cm x 50 cm dengan berat sekitar 50-60 kg.Membuat Rumah Ikan
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam kegiatan menyelam. Aktivitas yang
sering dilakukan setiap menyelam biasanya melihat keindahan panorama
bawah laut atau melihat ikan-ikan yang penuh dengan warna-warni. Ada
juga monitoring atau pendapatan terumbu karang bagi para peneliti
terumbu karang, dan masih banyak lagi.
Kegiatan yang kami lakukan bukan lagi melihat hamparan terumbu karang
yang menawan atau memonitor kondisi pertumbuhan terumbu karang,
melainkan harus menyusun beton-beton di dalam air menjadi konstruksi
seperti "piramid" atau biasa disebut dengan terumbu buatan.
Pada penyelaman pertama, tim kami memutuskan untuk melakukan orientasi
(penyelam fun) dan menentukan titik lokasi pemasangan lebih dulu.
Titik lokasi pemasangan (stasiun) ditentukan berdasarkan kondisi
terumbu karang yang telah hancur atau rusak, di mana ikan-ikan sudah
kehilangan rumah dan tempat mencari makan dan berdasarkan pada kondisi
perairan yang datar (flat) dan tidak curam (slope). Kedua faktor
tersebut cukup penting mengingat terumbu buatan ini dapat dikatakan
sebagai pengganti rumah ikan yang telah hancur. Dasar perairan yang
datar supaya beton-beton yang akan dipasang tidak mudah lepas antara
satu dengan yang lainnya.
Pada lokasi ini masih ditemukan pulau beberapa koloni karang keras
yang cukup bagus seperti karang meja (table coral), karang masif
(massive coral), dan karang jamur (mushroom coral). Sedangkan ikan
yang terlihat di lokasi antara lain ikan buntal (Arothron stellatus),
ikan kerapu (Epinephelus sp), ikan "Moon Wrase' (Thalassoma lunare),
dan segerombolan ikan ekor kuning (Caesio sp)
Cuaca yang cerah sangat mendukung kami dalam melakukan aktivitas yang
menantang ini.
Tim kami dibagi menjadi dua tim kecil di mana masing-masing tim kecil
terdiri dari empat diver (dua buddy). Hal ini dimaksudkan untuk lebih
mengefektifkan tugas dan lebih menghemat tabung selam (tabung udara)
yang kami bawa. Penulis sendiri termasuk dalam tim pertama bersama
ketua tim dan 2 penyelam dari Diving Prokalamator Universitas Bung
Hatta .
Tim pertama (empat diver) turun pada kedalaman 9-12 meter. Begitu
sampai di dasar, beton pertama dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan berat
sekitar 50-60 kg diturunkan dari kapal dengan bantuan tali. Kami
menjemputnya lalu menempatkannya pada tempat yang datar, sedangkan
talinya tetap di ikatkan dengan tujuan sebagai rel penurunan
beton-beton selanjutnya. Ada tigapuluh enam beton yang berukuran sama
dan harus kami susun dalam tiga tingkat saling bersilangan.
Menyusun 36 balok beton dengan ukuran dan berat yang sama untuk
menjadi satu rangkaian "piramid" terumbu buatan, tidak semudah yang
kami simulasikan pada waktu di darat. Ada beberapa hal yang membuat
kami kesulitan dalam menyusun beton tersebut, seperti arus pada waktu
kami menyelam, tidak semua beton yang diturunkan dari kapal jatuh pada
titik yang sama, belum lagi faktor kejernihan air yang cukup
mempengaruhi dalam penglihatan. Hal-hal itulah yang membuat kami harus
mencari cara yang efektif dan efisien untuk membuat rumah ikan yang
baru.
Aktivitas yang kami lakukan mirip dengan anggota pasukan khusus US
Navy (sebuah cerita dalam film), yaitu harus merangkai peralatan di
bawah air dan yang kami rangkai adalah beton-beton yang beratnya
melebihi dari berat badan kami. Di saat kami sedang asyik-asyiknya
menyusun beton-beton tersebut, rupanya jarum indikator tekanan udara
dalam tabung (pressure gauge) yang berada pada selang regulator telah
menunjukkan posisi 500 Psi, berarti tim pertama harus naik ke
permukaan. Sebelum naik ke permukaan, fins kembali kami gunakan untuk
naik pelan-pelan dan melakukan deko stop. Deko stop bertujuan untuk
membuang gas-gas udara dalam tubuh, di mana pada kedalaman tertentu
bersifat lembam atau inert, dengan cara berdiam diri pada kedalaman
dekat permukaan (biasanya lima meter dan tiga meter) tanpa
beraktivitas apa-apa selama waktu tertentu (kurang lebih lima menit,
tergantung lama dan kedalaman waktu menyelam). Setelah deko stop
selesai baru muncul ke permukaan dan bergantian dengan tim kedua. Pada
kedalaman ini kami berhasil menyusun sekitar 4 "piramid", berarti 4
rumah baru untuk ikan sudah kami susun
Yang paling seru pada penyelaman adalah penyusunan "puncak" atau
bagian paling atas terumbu buatan. Untuk menghemat tenaga, beton yang
lumayan berat ini harus kami angkat bertiga sekaligus, satu penyelam
lagi beraksi dengan camera digital underwaternya mengabadikan proses
penyusunan balok-balok beton tersebut, dan akhirnya tersusunlah 4
rumah baru untuk ikan seperti susunan piramid di bawah air.
Rasanya lelah yang sebelumnya ada menjadi sirna di saat kami melihat
kembali susunan terumbu buatan yang telah kami susun (4 piramid di
kedalaman 10-12 meter ). Kemudian kami sempatkan untuk mengabadikan
semua tim di antara terumbu buatan tersebut. Kebanggaan kami semoga
tidak melupakan nilai-nilai konservasi yang telah terbentuk, justru
semakin mendekatkan diri untuk lebih mengenal dan mencintai laut
terutama ekosistem terumbu karang yang kondisinya sangat
memprihatinkan saat ini.
Jam 16.00 WIB, setelah berphoto ria di dasar perairan, kami harus naik
ke kapal dan untuk segera melakukan packing semua peralatan untuk berkemas
kembali ke Padang. Begitu meninggalkan Pulau Tangah, sejenak kami
melewati lokasi terumbu buatan tersebut. Timbul satu pertanyaan pada
benak kami, "Akankah beton yang telah kami susun itu menjadi 'rumah
ikan' yang baru?" Jawabnya, "Kita lihat saja nanti...! ***
Indrawadi,S.Pi
Pembina UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta
Saat ini bekerja sebagai Kabag Humas Universitas Bung Hatta
more
-
Calon Investor Terkagum-kagum Saksikan Keindahan Pulau Sikuai
Strategi Walikota Padang Fauzi Bahar untuk menarik investor asing agar berinvestasi di Kota Padang, tampaknya mulai membuahkan hasil. Fauzi Bahar sangat yakin dan optimis rencana ini akan berjalan mulus dan bisa direalisasikan pada penghujung 2009 ini.
Keyakinan Fauzi Bahar ini sangat beralasan, karena disaat membawa sekitar 137 investor dari berbagai negara, seperti Dubai, Brunei, Malaysia, Qatar dan Singapura ke Pulau Sikuai Padang kemarin, sebanyak 8 investor dari negara Malaysia dan Qatar melakukan kesepakatan kerjasama dalam bentuk MoU dan Agreement dengan Pemko Padang tentang sejumlah investasi yang akan ditanamkannya di Kota Padang.
Kesepekatan tersebut adalah kesepakatan MoU dengan Zahimi Chick dari Perusahaan Al-Qalifah International S/B Malaysia, dalam rangka mewujudkan Kota Padang yang memiliki produk-produk yang halal (Islami).
Sedangkan 7 investor lainnya telah menandatangani kesepakatan dalam bentuk agreement, yakni Mr. Aloysius Tan Shu Hing dari Perusahaan Tan Brothers Group Malaysia dalam bidang pembangunan hotel, resort, commercial, shopping mall dan apartment di Gunung Padang I dan II (tourism), Mr. Robin Lau dari Malaysia untuk pembangunan hotel dan resort di Pulau Siti Nurbaya (tourism), Mr. Ahmed Abdelrazek dari perusahaan Intercontinental Hotel Qatar tentang pembangunan hotel & resort di Pasir Jambak (tourism).
Dato' Nik Amin bin Nik Abd. Gani dari Perusahaan Metro Exchange Sdn Bhd Malaysia dalam bidang bisnis outsourcing service & financial service, Mr. Cheah Ee Keong dari perusahaan Kumpulan Nora Sdn. Bhd Malaysia dalam bidang Manufacturing Food Containers, Mr. Rosman Morsidi dari Perusahaan Valkua (M) Sdn. Bhd Malaysia dalam bidang ware housing, facilities in free dan trade zone, serta Mr. Derrick Skelchy dari perusahaan MTS Tourism Planners (M) Sdn. Bhd Malaysia dalam bidang trade & tourism service.
“Para investor ini telah dibawa ke berbagai lokasi yang strategis untuk berinvestasi. Mudah-mudahan kesepakatan ini berakhir dengan mulus dan tidak mendapat tentangan dari masyarakat seperti terdahulu,” ungkap Fauzi Bahar disela-sela kunjungannnya bersama investor ke Pulau Sikuai Padang, Rabu (5/08/2009).
Untuk menyukseskan rencana ini, Fauzi Bahar telah menginstruksikan kepada seluruh kepala dinas yang terkait untuk melakukan follow up secara kontinyu, sehingga perjanjian ini tidak hanya sekedar sebatas penandatanganan.
“Saya minta kepada seluruh kepala dinas yang terkait, terus pro aktif dengan melakukan kontak dengan para investor ini, agar para investor ini tidak lupa dengan perjanjian ini. Apapun permintaan investor harus dilayani, seperti masalah kebersihan, keamanan, keindahan, kerindangan dan sebagainya,” tegas Fauzi Bahar.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Kota Padang mendukung rencana ini, karena bisa membantu mengatasi pengangguran yang kian meningkat di Kota Padang tiap tahunnya. Jika rencana ini berhasil, ia sangat yakin tidak akan ada lagi warga Kota Padang yang berminat untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, karena investasi yang dilakukan investor ini akan menyerap banyak tenaga kerja.
Dalam kunjungan ke Sikuai ini, Fauzi Bahar juga mengajak rombongan investor menanam pohon Naga di Pantai Pulau Sikuai serta mendaki Bukit Sunset Plasa, dan berhenti di pertengahan bukit atau di ketinggin sekitar 300 meter bukit ini, untuk melihat keindahan Pulau Sikuai dari ketinggian yang dikelilingi berbagai pulau, seperti Pulau Setan, Pulau Angsa, Pulau Pasumpahan dan Pulau Peti-peti.
Setelah itu, Fauzi Bahar juga mengajak rombongan investor untuk menanam terumbu karang di kawasan Pulau Sikuai. Menurutnya, sekitar 70 persen terumbu karang di perairan Kota Padang saat ini mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut banyak terjadi di perairan pantai, termasuk di kawasan Pulau Sikuai dan Pulau Pasumpahan.
“Saat ini, sangat banyak terumbu karang di tempat kita yang rusak. Oleh karena itu, terumbu karang perlu dilestarikan dengan cara menanam kembali terumbu karang ini,” jelas Fauzi Bahar. (wan)
more
-
Winarno Sudjas: Kepala Daerah Agar Kreatif Tampilkan Keunikan Pariwisata di daerahnya
Para bupati/walikota di Sumatera Barat dituntut untuk lebih “kreatif” dalam menampilkan keunikan pariwisata di daerahnya masing-masing, bukannya bersikap “latah” dengan beramai-ramai meniru membuat icon wisata yang telah dipunyai oleh daerah lainnya.
Demikian dikatakan Sesditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Winarno Sudjas saat “Sosialisasi Travel Pattern” di Padang bersama Ketua Asita Pusat Ben Sukma di Padang, Rabu (5/08/2009).
Dalam kesempatan yang dihadiri juga Ketua Asita Sumbar Asnawi Bahar, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar James Helyward, dan Kepala Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran itu, Winarno menyatakan, akan monoton wisata jika semuanya bersikap latah.
“Kondisi seperti itu bukan di Sumbar saja, tapi juga terjadi hampir di seluruh daerah di tanah air. Kalau semua pada latah, keunikan masing-masing daerah akan tenggelam dan wisatawan juga jadi enggan jika yang dilihat di satu daerah itu-itu saja modelnya,” ujarnya.
Karenanya menurut Winarno, alangkah baiknya pemko/pemkab mencari bentuk lain dari usaha pariwisata berdasarkan keunikan lokal di daerahnya masing-masing ketimbang beramai-ramai meniru usaha wisata yang telah di buat daerah lainnya.
“Jangan ketika satu orang berjualan nasi, semuanya ikut jualan nasi. Akibatnya, tentu akan banyak saingan dan akan saling mematikan usaha yang lain. Tapi kalau satu jual jagung yang lain jual telur rebus, lainnya jual nasi pasti masing-masing penjual akan lebih laris dagangannya,” katanya.
Apalagi kalau yang namanya wisatawan, itu bukan untuk sekali jalan. Tapi ketika berkunjung ke suatu daerah dia akan berkeliling di daerah tersebut. Misalnya kalau ke Sumbar, dia akan ke Bukittinggi, Padang dan daerah lainnya. Kalau yang disajikan sama, tentu tak akan menarik jadinya.
Oleh karena itu salah satu tujuan travel pattern ini juga sebagai upaya Budpar untuk mendorong daerah agar benar-benar menyajikan sajian wisata yang sesuai keunikan daerah masing-masing karena selama ini banyak potensi keunikan daerah yang belum tergali.
“Kalau fokus wisata ke Sumatera Utara adalah danau, maka fokus wisata Sumbar adalah budaya. Danau Sumut tak terkalahkan oleh Sumbar tapi sebaliknya budaya Sumbar tak terkalahkan oleh Sumut dengan demikian akan ada keunikan masing-masing daerah,” katanya lagi.
Sementara itu menurut James, otonomi daerah terkadang juga memberikan efek buruk. Misalnya pada kasus di atas, dDengan kewenangan yang saat ini telah sepenuhnya berada di kabupaten/kota, membuat daerah menjadi seenaknya saja membuat ini dan itu.
“Dengan begitu mudah kabupaten/kota untuk membuat atau memberikan izin usaha wisata yang sama yang padahal jeniS telah ada di daerah lain. Aneh jadinya jika di Sawahlunto sudah ada waterboom, kemudian di Padang Panjang ada Minang Fantasi. Lalu Pariaman juga membuat jenis yang sama, padahal jaraknya berdekatan, belum sampai 2 kali gas mobil sudah sampai. Bukittinggi dan Padang kemudian juga ikut-ikutan membuat. Bodoh rasanya bila investor membuat jenis usaha yang sama di tempat yang berdekatan,” kata James lagi. (ita)
more
-
Tiga Hotel Megah Bintang Lima akan Dibangun di Kota Padang

Setelah peresemian hotel bintang lima ‘Best Western Basko Hotel’ beberapa waktu lalu, Kota Padang yang sedang dalam tahap menuju Kota Metropolitan, akan menghadirkan lagi tiga hotel megah bintang lima, buah dari hasil pertemuan calon investor Dubai dengan Pemko Padang pada hari kedua, Selasa (4/8/2009).
Tiga calon investor yang tergabung dalam rombongan investor Dubai tersebut siap membangun tiga hotel bintang lima tersebut dalam waktu dekat, karena mereka menilai potensi pariwisata Kota Padang cukup besar serta didukung sumber daya alam yang indah dan lengkap. Kontrak kerjasama rencana pembangunan hotel bintang lima antara Pemko Padang dengan investor Dubai tersebut dilaksanakan Rabu (5/8/2009) di kawasan objek wisata Pulai Sikuai.
Kepastian minat investor tersebut disampaikan langsung usai presentasi peluang investasi di Padang oleh Walikota Fauzi Bahar saat acara Padang Vision 2028 ‘To Become Developing City’ di Hotel Pengeran’s Beach, Selasa (4/8/2009).
Bahkan, tiga investor yang menyatakan minat tersebut segera memulai investasinya. “Dalam waktu dekat, atau berselang 6 bulan ini, kami akan segera ajukan kajiannya, sebelum kami mulai pekerjaan kontruksi,” kata Konsultan Investor, DR. Azmy Morsidi kepada wartawan di hadapan Walikota Fauzi Bahar dan Ketua DPRD Kota Padang, Hadison yang turut hadir pada acara tersebut.
Tiga lokasi yang akan dibangun hotel serta pengembangan objek wisata tersebut yaitu Pasir Jambak, Pantai Air Manis dan Pulau Sikuai. Sedangkan investor yang akan membangun hotel bintang 5 itu adalah, satu oleh Bruhara dari Qatar dan dua lagi Tun Brother dari Malaysia.
Alasan utama para investor untuk membangun hotel bintang lima di tiga lokasi tersebut antara lain, lokasinya dekat pantai, tanah bagus bukan rawa, pemandangan indah, sangat mmenjanjikan untuk pengembangan wisata, serta jika jadi berinvestasi, akan diberikan kemudahan oleh Pemko berupa zero cost sampai 30-60%
Selain bidang perhotelan, calon investor tersebut juga menandatangani MoU bidang pariwisata antara kumpulan pengusaha perhotelan dan travel agent Malaysia dengan Kota Padang. Menurut Azmy, selain perhotelan, calon investor tersebut juga berminat menanamkan investasi bidang industry pabrik tiang pancang, perikanan dan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT).
“Seperti sama-sama kita saksikan, ekpose peluang potensi Walikota Padang sangat bagus. Makanya, banyak rekanan kita para investor ini menyatakan minatnya. Satu lagi yaitu bidang pendidikan berbasis IT. Karena mereka tahu Padang salah satu tujuan Kota Pendidikan, rekanan kita langsung berminat masalah IT Pendidikan dengan pengadaan note book bagi siswa dan mahasiswa,” ujar Azmy, konsultan investor asal Malaysia ini.
Sementara itu, Walikota Fauzi Bahar mengungkapkan, peluang investasi tersebut sangat potensial, apalagi Kota Padang segera punya Perda Kemudahan Investasi yang baru satu-satunya dimiliki daerah di Indonesia.
“Insya Allah investasi ini terwujud. Kita mengharapkan dukungan semua pihak, terutama warga kota bersama-sama memberikan dukungan terwujudnya investasi ini. Sebab, keramahan dan kenyamanan yang diberikan masyarakat penilaian pertama bagi investor mau menanamkan modalnya, sebab semua orang ingin terjamin keamanan dan kenyamanannya,” kata Fauzi.
Khusus untuk bidang pendidikan, lanjut Fauzi, minat investor asal Malaysia menjadikan kampus berbasis IT tersebut juga sangat bagus. Hal itu sejalan dengan langkah Pemko Padang memulai proses pendidikan berbasis IT seperti yang sudah diterapkan PSB secara Online sejak tiga tahun lalu.
“Ide investor yang satu ini brilian juga. Jadi mereka menawarkan mahasiswa bisa memiliki laptop dengan cara menyicil, apakah itu melalui uang semester langsung atau system lainnya. Tapi kegunaan IT ini sangat bagus mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Hadison menambahkan, Perda Kemudahan Investasi yang akan keluar tersebut diharapkan dapat membuahkan hasil yang ditunjukkan meningkatnya pertumbuhan investasi di kota Padang.
Setelah melakukan pertemuan di Pangeran’s Beach, rombongan investor langsung mengunjungi lokasi rencana pembangunan hotel di Pasir Jambak dan Bukit Air Manis. Rombongan juga dibawa meninjau PT Semen Padang untuk menambah keyakinan jaminan dan kualitas ketersediaan semen serta ke Pelabuhan Teluk Bayur, sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat. (vid)
more
-
Liberalisasi Sektor Jasa Pariwisata di Kawasan Asean akan Diberlakukan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Debudpar RI, I Gusti Putu Laksaguna mengatakan, liberalisasi sektor jasa pariwisata di kawasan Asean akan diberlakukan pada tahun depan sekaitan Asean Framework Agreement for the Intergration of Priority Sectors atau AFAS 2010.
“Dengan diberlakukan AFAS 2010 tersebut tidak akan akan ada lagi hambatan dalam perdagangan jasa pariwisata di 10 negara di kawasan Asean,” ujar Gusti saat “Sosialisasi Hasil-Hasil Kesepakatan Bidang Standar Kerja Pariwisata” di Hotel Ambacang Padang, Selasa (4/8/2009).
Menurut Gusti lagi dalam kegiatan yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, James Hellyward tersebut, dalam kerangka AFAS 2010 telah ditetapkan 12 sektor prioritas. Sektor pariwisata (tourism) dan perjalanan udara (air travel), termasuk di dalamnya.
“Perdagangan jasa wisata antar negara seperti konsultan pariwisata/perhotelan Singapura boleh memberikan konsultasi hotel di Indonesia melalui internet, faksimili, telepon. Atau orang Singapura mendirikan hotel di Jakarta atau orang Singapura bekerja di Hotel Jakarta,” jelasnya.
Dikatakannya, dengan adanya liberalisasi di sektor perdagangan jasa pariwisata, maka kompetensi atau kemampuan pelaku usaha jasa pariwisata dalam negeri perlu lebih ditingkatkan karena masuknya tenaga kerja asing dapat mengancam kesempatan kerja bagi tenaga kerja domestik.
“Beberapa dampak negatif dari liberalisasi perdagangan di sektor jasa wisata adalah akan terjadi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat selain juga akan timbulnya kecemburuan sosial di pasar kerja serta keluarnya devisa untuk membayar tenaga kerja asing," katanya.
Namun demikian, kata dia lagi, dampak positifnya juga ada. Diantaranya mempermudah mendapatkan tenaga kerja kompeten yang langka di pasar kerja dalam negeri, memacu peningkatakan kualitas tenaga kerja dalam negeri dan mengurangi tekanan pengangguran dalam negeri.
Lalu juga meningkatkan mobilitas dan perlindungan tenaga kerja kompeten di luar negeri serta meningkatkan devisa negara. Di sinilah dituntut kesiapan SDM wisata domestik dalam menghadapi liberalisasi di sektor wisata ini agar tantangan ini bisa menjadi peluang,” terangnya.
Dikatakannya lagi selama ini konsentrasi pendidikan tinggi (PT) pariwisata Indonesia hanya terfokus pada jalur vokasional. Karenanya PT pariwisata tanah air perlu mengembangkan jalur akademik untuk menyiapkan tenaga perencana, peneliti, pemikir dan pengembangan kebijakan.
“Prioritas lainnya dalam liberalisasi perdagangan AFAS 2010 tersebut yakni produk berbasis agro, otomotif, E-ASEAN, elektronik, perikanan, kesehatan, produk berbasis karet, tekstil dan produk tekstil, produk berbasis kayu, serta jasa layanan logistik,” terang Gusti lagi.
Dikatakan dia lagi, subsektor-subsektor di industri kepariwisataan yang sudah diliberalisasikan dan terbuka bagi investor asing saat ini atau komitmen Indonesia untuk World Trade Organization (WTO) diantaranya mencakup perhotelan, biro perjalanan, dan tourist resort.
Berdasarkan Doha Round, asing boleh menguasai kepemilikan saham hingga 100% di bisnis perhotelan dan tourist resort di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Namun Negara-negara seperti Jepang, Uni Eropa dan Australia meminta agar semua kawasan (timur dan barat) Indonesia diliberalisasi penuh. (ita)
more
-
Memandang si Malin Kundang dari Udara

Mendengar legenda Malin Kundang, pasti terbayang kawasan pesisir Pantai Air Manis, daerah pantai berupa hamparan pasir putih dan birunya laut. Pantai Air Manis Kota Padang merupakan daerah bahari yang menyimpan sejuta wisata yang patut dikagumi. Bukan saja wisata baharinya, wisata alam pun tak kalah indahnya dari daerah lain.
Selain berwisata legenda dan wisata bahari seperti surfing atau berselancar, potensi wisata daerah tersebut adalah memadukan antara wisata bahari, wisata alam dan olahraga.
Jika Anda ingin menyaksikan suatu pemandangan yang indah disaat matahari akan tenggelam di atas Samudera Indonesia, bisa disaksikan pula dari Bukit Gado-Gado. Kala itu akan tercipta pantulan sinar berwarna kuning keemasan dari atas laut,suatu pemandangan yang akan membuat kita berdecak kagum atas kebesaran Allah SWT.
Terbang tinggi melayang di atas kawasan wisata Si Malin Kundang dengan ditemani oleh angin yang berhembus kencang. Hal tersebut bisa kita dapatkan bila mengikuti olahraga paragliding atau paralayang. Olahraga ini bisa ditemui di bukit Gado-gado, kawasan Pantai Air Manis Kota Padang.
Memang, olahraga kedirgantaraan ini telah berkembang menjadi sebuah wisata petualangan untuk sebagian orang, banyak di antara pengunjung atau penggemar photografi yang datang hanya duduk untuk melihat bagaimana para pencinta paralayang terbang ke udara.
Apa, sih, asyiknya terbang dengan paralayang? Pertanyaan sederhana, tetapi jawabannya bisa bermacam-macam, seperti yang diungkapkan Niky, Mahasiswa FTI Universitas Bung Hatta Padang bersama dengan alumni yang baru saja membawa terbang spanduk almamaternya sebagai ajang promosi.
Menurutnya kenikmatannya tidak bisa dikatakan, saat melayang-layang di angkasa itulah yang paling mengasyikkan, ia bisa terbang seperti burung, bebas macet, tidak ada lampu merah dan asyiknya lagi tidak ada polisi yang menilang.
Lain lagi cerita dari Heri Suseno, penggemar olah raga pemacu adrenalin ini. Cuaca mendung dan sering turun hujan maupun kabut di Kawasan Bukit Gado-Gado, tetapi hal itu tak menyurutkan niat para "penunggang angin" yang ingin melepaskan hasratnya untuk terbang. Bahkan sudah sejak pagi penggemar paralayang dengan setia menunggu kesempatan untuk terbang.
Bahkan, kadang-kadang setelah seharian menunggu, terpaksa pulang kembali ke rumah dengan log book terbang yang kosong karena gagal terbang. Sedikit rasa kecewa. Tetapi, itu tak menjadi soal karena masih ada hari esok! Para penerbang paralayang memang mempunyai prinsip lebih baik tidak terbang hari ini daripada memaksakan terbang hari ini, tetapi esok tak dapat terbang lagi! (Indrawadi - UBH Padang)
more
-
Pancing Wisatawan, Pesisir Selatan Gelar Fishing Tournament

Untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan, pemda setempat menggelar lomba mancing tingkat nasional atau "Fishing Tournament" pada Festival Langkisau ke VII 2009 yang berlangsung sejak 28 Juli 2009 lalu..
Seperti disampaikan Bupati Pesisir Selatan H. Nasrul Abit usai mengikuti lomba memancing pada Festival Langkisau, di Dermaga Pangasahan Painan, Minggu (02/08/2009), bahwa kabupaten di pesisir pantai Sumbar dan memanjang dari Utara ke Selatan itu memiliki potensi wisata bahari, dan melalui lomba memancing tingkat nasional ini diperkenalkan kepada masyarakat dalam dan luar negeri.
Menurut dia, lomba memancing tingkat nasional dengan berbagai kategori itu cukup potensial untuk mendatangkan banyak wisatawan, karena peserta dari wilayah Sumatra dan Pulau Jawa. Pasalnya, peserta selain dapat melepaskan hobi di bidang olahraga memancing tetapi mengenal obyek wisata bahari yang dimiliki Pesisir Selatan, katanya.
Justru itu, ujar orang nomor satu di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut, lomba memancing atau "Fishing Tournament", dijadikan salah satu cabang tetap untuk diselenggarakan tiap tahunnya dalam pesta rakyat Pesisir Selatan, dinamakan, Festival Langkisau.
“Festival Langkisau memberikan dampak ganda cukup besar tidak hanya dalam pelestarian seni dan budaya, akan tetapi juga memicu motivasi dalam bidang olahraga serta mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Menurut dia, dampaknya khusus terhadap perkembangan pariwisata tidak akan terlihat sesaat, tetapi dalam waktu panjang akan terlihat peningkatan. Makanya, Pemkab Pesisir Selatan terus berupaya melakukan pembenahan fasilitas di sektor pariwisata, kini fokus pembenahan obyek wisata puncak Langkisau yang terletak di atas ketinggian 212 meter di atas permukaan laut itu.
Selanjutnya, menurut Nasrul Abit, pantai-pantai akan direklamasi sehingga bisa di kawasan pantai Cerocok tersedia arena wisata dan olahraga. Bahkan, Gubernur Sumbar telah berjanji akan membawa presiden bila datang ke Sumbar nanti ke kawasan wisata Mandeh, sekaligus dipersiapkan kegiatan bahari yang berskala nasional.
Lomba memancing tingkat nasional 2009 tersebut diikuti peserta dari Sumatera Selatan, Riau, dan Sumbar yang akan memperebutkan total hadiah Rp100 juta. Kategori yang dilombakan meliputi kelas Tradisional dengan berat ikan yang masuk hitungan berat 3 kg ke atas. Selanjutnya, kelas Dermaga dan kelas Long Tail pesertanya perorangan untuk masyarakat dan nelayan pesisir pantai kabupaten itu.
Keluar sebagai pemanang pertama dalam lomba memancing kelas tradisional dari 23 tim yang ikut, yakni tim Sutera Indah dengan jenis ikan Lamadang berat tercatat 11,30 kg, disusul tim Zalika dengan jenis ikan Wahoo dengan berat 11,05 kg dan juara III tim Bank Sumatera Selatan, dengan berat ikan jenis Tenggiri 8,65 kg.
Sedangkan pemenang pertama dalam kelas Dermaga adalah Thumbek dengan berat ikan 3,66 kg, disusul Riko peringkat II berat ikan 1,87 kg, dan juara III diraih Reno dengan berat ikan 1,85 kg.
Sementara itu, kategori Long Tail diikuti 150 lebih nelayan dan peringkat pertama diraih Gun dengan berat ikan 14,5 kg, disusul Buyung dengan berat ikan 8,8 kg, dan juara tiga diperoleh nelayan 5,5 kg. Sedangkan hasil tangkapan yang paling berat dari kelas tradisional adalah tim Samudera yang beranggotakan Bupati Pesisir Selatan dan Waka Polres Pessel Kompol Sutoyo mencapai 72,5. (*)
more
-
140 Investor Dubai Berkunjung ke Kota Padang
Janji investor Dubai datang ke Padang beberapa waktu lalu dipenuhi juga. Sekitar 140 orang investor asal kota yang ‘mengejutkan’ dunia karena pesatnya kemajuan pembangunan insfratrukturnya ini dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 08.00 WIB, Senin pagi (03/08/2009).
Rombongan yang dipimpin Dr. H. Azmy Morsidi ini berkunjung di Padang selama 4 hari, mulai 3-4 Agusutus untuk melihat peluang investasi di Kota Padang. Beberapa objek peluang yang diminati mereka sebelumnya yaitu bidang pariwisata seperti Pasir Jambak, Pantai air MAnis, Gunung Padang serta peluang industry seperti PT Semen Padang, Telur Bayur, Pantai Air Manis, TPI Bungus, Pabrik Pengolahan Ikan Tuna Bungus, Gunung Padang, dan Pulau Sikuai.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang, Drs. Hasrul Piliang didampingi Kabid Humas, Mursalim kepada Haluan di Padang kemarin (02/08/2009) mengatakan, selain mengunjungi obyek-obyek tersebut, rombongan investor ini juga akan disuguhkan atraksi budaya Pawai Telong-Telong sekaligus dalam rangkaian acara memperingati Hari Jadi Kota Padang ke-340. Disamping itu, rombongan investor ini juga diundang menghadiri acara Resepsi Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-340 di Taman Melati.
Atraksi budaya serta rangkaian acara penyambutan lainnya tersebut bukan hanya memperkenalkan potensi kebeudyaan dan parisata kepada investor, namun Pemko Padang juga memberikan kenyamanan berinvestasi di Kota Padang.
“Berbagai kemudahan berinvestasi telah kita persiapkan untuk mereka. Apalagi Pemko Padang dan DPRD Kota Padang telah berhasil melahirkan acuan bagi investor untuk berinvestasi pada tahun ini, yaitu: Perda Kemudahan Berinvestasi di Kota Padang . Perda ini kita harapkan dapat memberikan jaminan investasi bagi mereka,” jelas Hasrul.
Dia mengharapkan semua pihak dapat mendukung tujuan kedatangan calon investor tersebut, sebab kesuksesan investasi di Kota Padang sangat-sangat diharapkan untuk meningkatkan kemajuan pembangunan, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ketahui kalau kemajuan pembangunan itu bisa terwujud maksimal dengan adanya investasi. Sebab, APBD ataupun APBN kita belum sanggup. Makanya, kita butuh investasi, dan kita yakin ini akan terwujud,” katanya lagi.
Catatan penting kemajuan investasi Kota Padang dalam tahun terakhir yaitu terwuju pembangunan hotel bintang lima Basko Hotel dan Basko Grand Mall serta Rumah Sakit Semen Padang berkelas internasional. Bahkan Rumah Sakit Semen Padang yang dilaunching pembangunnannya oleh Gubernur Gamawan FAuzi beberapa waktu lalu ini juga dengan arsitektur kontruksi berkelas internasional, lantai 8 dengan konsep berwasan lingkungan.
“Investasi yang sudah terwujud ini diharapkan dapat memberikan keyakinan bagi calon investor Dubai ini bahswasanya berinvestasi di Padang aman dan peluangnya sangat besar,” tambah Hasrul lagi. (vid)
more
Langgan:
Entri (Atom)


















